proses keselamatan kerja unutk perusahaan manufacture
Implementasi Aturan Keselamatan pada perusahaan manufacture
Kaitan antara peraturan keselamatan dengan penerapan di lapangan tidak hanya sebatas pengadaan asuransi dan APD. Menurut Daryono, akan lebih baik apabila tindakan yang bersifat preventif atau pencegahan juga dilakukan. Semua bisa dimulai dari hal sederhana, briefing kerja misalnya. Menurutnya, pada awal masuk jam kerja, briefing pasti dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan proses kerja di seluruh seksi berjalan lancar dan aman. Turut dipastikan juga agar seluruh karyawan tidak lupa menggunakan APD secara baik dan benar. “Kita juga membuat publikasi bergambar, isinya penggunaan APD yang benar, jadi mereka (karyawan, -Red) tinggal mengikuti," kata Daryono.
Ada lagi 'prosesi' yang disebut dengan 'safari'. Menurut Daryono, sebenarnya kegiatan tersebut adalah audit keliling untuk melihat apakah ada penyelewengan dari karyawan atau tidak. Safaritersebut biasanya dilakukan secara mendadak dan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Dari situ bisa dilihat apakah karyawan benar-benar mematuhi peraturan keselamatan kerja atau tidak. Lebih lanjut, karyawan yang melanggar akan diberikan punishment.
Untuk ke depannya, CV KHS juga ingin lebih peduli dengan aspek lingkungan. Letaknya yang berada di kota Yogyakarta dan di tengah-tengah pemukiman warga, tentu suasana bising yang dihasilkan mesin-mesin industri tersebut tidak bisa dihindari. Untuk itulah CV KHS memutuskan untuk pindah ke suatu daerah di Kulon Progo yang jauh dari pusat kota. Selain mengikuti aturan pemerintah yang tidak memperbolehkan bangunan pabrik di tengah kota, CV KHS juga tidak ingin mengganggu kenyamanan warga sekitar. Namun pemindahan tersebut dilakukan bertahap, mengikuti pembangunan bertahap pada area pabrik baru seluas 32 hektar tersebut.
Kaitan antara peraturan keselamatan dengan penerapan di lapangan tidak hanya sebatas pengadaan asuransi dan APD. Menurut Daryono, akan lebih baik apabila tindakan yang bersifat preventif atau pencegahan juga dilakukan. Semua bisa dimulai dari hal sederhana, briefing kerja misalnya. Menurutnya, pada awal masuk jam kerja, briefing pasti dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan proses kerja di seluruh seksi berjalan lancar dan aman. Turut dipastikan juga agar seluruh karyawan tidak lupa menggunakan APD secara baik dan benar. “Kita juga membuat publikasi bergambar, isinya penggunaan APD yang benar, jadi mereka (karyawan, -Red) tinggal mengikuti," kata Daryono.
Ada lagi 'prosesi' yang disebut dengan 'safari'. Menurut Daryono, sebenarnya kegiatan tersebut adalah audit keliling untuk melihat apakah ada penyelewengan dari karyawan atau tidak. Safaritersebut biasanya dilakukan secara mendadak dan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Dari situ bisa dilihat apakah karyawan benar-benar mematuhi peraturan keselamatan kerja atau tidak. Lebih lanjut, karyawan yang melanggar akan diberikan punishment.
Untuk ke depannya, CV KHS juga ingin lebih peduli dengan aspek lingkungan. Letaknya yang berada di kota Yogyakarta dan di tengah-tengah pemukiman warga, tentu suasana bising yang dihasilkan mesin-mesin industri tersebut tidak bisa dihindari. Untuk itulah CV KHS memutuskan untuk pindah ke suatu daerah di Kulon Progo yang jauh dari pusat kota. Selain mengikuti aturan pemerintah yang tidak memperbolehkan bangunan pabrik di tengah kota, CV KHS juga tidak ingin mengganggu kenyamanan warga sekitar. Namun pemindahan tersebut dilakukan bertahap, mengikuti pembangunan bertahap pada area pabrik baru seluas 32 hektar tersebut.
- Keselamatan kerja merupakan hak yang paling dasar bagi pekerja. Setiap pekerja berhak mendapatkanperlindungan dan keamanan selama berkerja.
- Karena keselamatan kerja tersebut merupakan Hak Asasi Pekerja maka perlu dilindungi oleh Undang-Undang atau aturan-aturan hokum baik ditingkat nasional maupun internasional.
- Tujuan perusahaan adalah mendapatkan keuntungan, untuk mendukung tujuan tersebut faktor keselamatan kerja menjadi penting untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi kerugian akibat kecelakaan kerja.
- Implementasi keselamatan kerja dengan menggunakan model PDCA atau Plan-Do-Check-Action merupakan implementasi secara sistematis dengan prinsip dasar perbaikan terus menerus (continuous improvement). Model ini sebenarnya banyak digunakan diberbagai aplikasi dan tidak hanya pada program safety saja. Model PDCA dapat digunakan bilamana memulai project baru, melakukan perubahan apakah pada system atau proses, ketika melakukan pengembangan atau perbaikan system dan bilamana melakukan perubahan apapun.
- Perencanaan (Plan); melakukan perencanaan atau membuat program sesuai dengan tujuan dan permasalahan yang ada atau berdasarkan OH&S Policy. Contoh: apa major accident yang mungkin terjadi, apa penyebab atau sumber bahaya yang dapat menyebabkan major accident tersebut dapat terjadi.
- Pelaksanaan (Do); melaksanakan program-program atau rencana yang sudah di tetapkan pada tahap perencanaan. Tahap ini merupakan tahapan paling penting karena akan melibatkan semua departemen atau divisi terkait. Tahapan pelaksanaan ini biasanya mengacu pada system manajemen atau prosedur yang ada. Contoh: pelakasanaan tolok ukur untuk mengontrol bahaya (pelaksanaan work permit), pelaksanaan manjemen K3.
- Pengecekan (Check); memastikan bahwa semua program yang sudah ditetapkan berjalan sesuai dengan rencana dan waktu yang sudah disepakati. Pengecekan dapat dilakukan dalam bentuk audit atau manejemen review. Contoh: Memastikan bahwa work permit digunakan secara benar.
- Tindakan (Action); melakukan perbaikan terhadap temuan atau kekurangan pelaksanaan program yang sudah ditetapkan.
Pada gambar dibawah ini dapat dilihat bagaimana model siklus PDCA dalam implementasi keselamatan kerja.http://healthsafetyprotection.com/konsep-dasar-keselamatan-kerja/

Casino Roll | Review & Ratings | Play Online Slots
BalasHapusCheck out the 다 파벳 모바일 full casino roll review & find out how to play games at 슬롯사이트 the site. 토토 프로토 The game variety 벳 365 is very popular and there 블랙 잭 만화 are many games.