k3 di perusahaan kimia
PROSES K3 DALAM PERUSAHAAN KIMIA
Kesehatan dan keselamatan kerja (K3)
merupakan hak asasi karyawan dan salah satu syarat untuk dapat meningkatkan
produktivitas kerja karyawan. Di samping itu K3 juga merupakan syarat untuk memenangkan
persaingan bebas di era globalisasi dan pasar bebas Asean Free Trade Agrement
(AFTA), World Trade Organization (WTO) dan Asia Pacipic Economic
Community(APEC). Untuk mengantisipasi
hal tersebut serta mewujudkan perlindungan masyarakat pekerja Indonesia; telah
ditetapkan Visi Indonesia Sehat 2020 yaitu gambaran masyarakat Indonesia di
masa depan, yang penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat,
memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta
memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan
Kerja (K3) adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang
aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi dan
atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya
dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.
|
Kecelakaan kerja tidak saja
menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi bagi pekerja dan pengusaha,
tetapi juga dapat mengganggu proses produksi secara menyeluruh, merusak
lingkungan yang pada akhirnya akan berdampak pada masyarakat luas.
Penyakit
Akibat Kerja (PAK) dan Kecelakaan Kerja (KK) di kalangan petugas kesehatan dan
non kesehatan kesehatan terutama dalam PT. Kimia Farma di Indonesia belum
terekam dengan baik. Jika kita pelajari angka kecelakaan dan penyakit akibat
kerja di beberapa negara maju (dari beberapa pengamatan) menunjukan
kecenderungan peningkatan prevalensi. Sebagai faktor penyebab, sering terjadi
karena kurangnya kesadaran pekerja dan kualitas serta keterampilan pekerja yang
kurang memadai. Banyak pekerja yang meremehkan risiko kerja, sehingga tidak
menggunakan alat-alat pengaman walaupun sudah tersedia.
Dalam penjelasan
undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan telah mengamanatkan antara
lain, setiap tempat kerja harus melaksanakan upaya kesehatan kerja, agar tidak
terjadi gangguan kesehatan pada pekerja, keluarga, masyarakat dan lingkungan
disekitarnya.
Industri merupakan aktivitas yang melibatkan
tenaga kerja, alat, metode, biaya dan material serta waktu yang cukup besar.
Keaadaan tersebut secara tidak langsung mengakibatkan meningkatnya bahaya maupun
resiko kecelakaan yang dapat dialami oleh para pekerja. Diantara berbagai macam
industri, PT. Kimia Farma merupakan salah satu industri dengan jumlah petugas kesehatan dan non
kesehatan yang cukup besar. Kegiatan di dalam perusahaan PT. Kimia Farma
mempunyai risiko
berasal dari faktor fisik, kimia, ergonomi dan psikososial. Variasi, ukuran, tipe dan kelengkapan laboratorium
menentukan kesehatan dan keselamatan kerja. Seiring dengan kemajuan IPTEK,
khususnya kemajuan teknologi pengobatan khususnya dalam bidang farmasi, maka
risiko yang dihadapi petugas yang bekerja dalam PT. Kimia Farma pun semakin
meningkat.
Dan dapat diketahui pengertian K3 adalah:
|
a.Promosi dan
memelihara derajat tertinggi semua pekerja baik secara fisik,dan mental menkesejahteraan
sosial di semua jenis pekerjaan.
b. Untuk mencegah penurunan kesehatan kesehatan pekerja yang disebabkan
oleh kondisi pekerjaan mereka.
c. Melindungi pekerja pada setiap pekerjaan dari risiko yang timbul dari faktor-faktor
yang dapat mengganggu kesehatan.
d. Penempatan dan memelihara pekerja di lingkungan kerja yang sesuai dengan
kondisi fisologis dan psikologis pekerja dan untuk menciptakan kesesuaian
antara pekerjaan dengan pekerja dan setiap orang dengan tugasnya
C.
Identifikasi Masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Industri dan Pencegahannya
A.
Kecelakaan Kerja
Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak
terduga dan tidak diharapkan. Biasanya kecelakaan menyebabkan, kerugian
material dan penderitaan dari yang paling ringan sampai kepada yang paling
berat.
Kecelakaan
di laboratorium PT. Kimia Farma dapat berbentuk 2 jenis yaitu :
1.
Kecelakaan medis, jika yang menjadi korban pasien
2.
Kecelakaan kerja, jika yang menjadi korban petugas laboratorium itu sendiri.
Penyebab
kecelakaan kerja dapat dibagi dalam kelompok :
1. Kondisi
berbahaya (unsafe condition), yaitu yang tidak aman dari:
a. Mesin,
peralatan, bahan dan lain-lain
b.
Lingkungan kerja
c. Proses kerja
d. Sifat
pekerjaan
e. Cara
kerja
2.
Perbuatan berbahaya (unsafe act), yaitu perbuatan berbahaya dari manusia, yang
dapat terjadi antara lain karena:
a.
Kurangnya pengetahuan dan keterampilan pelaksana
b. Cacat
tubuh yang tidak kentara (bodily defect)
c.
Keletihanan dan kelemahan daya tahan tubuh.
d. Sikap
dan perilaku kerja yang tidak baik
Beberapa
contoh kecelakaan yang banyak terjadi di laboratorium :
1. Terpeleset ,
biasanya karena lantai licin.
Terpeleset
dan terjatuh adalah bentuk kecelakaan kerja yang dapat terjadi di laboratorium.
Akibat :
- Ringan à
memar
- Berat à
fraktura, dislokasi, memar otak,
dll.
Pencegahan
:
- Pakai
sepatu anti slip
- Jangan
pakai sepatu dengan hak tinggi, tali sepatu longgar
-
Hati-hati bila berjalan pada lantai yang sedang dipel (basah dan licin) atau tidak
rata konstruksinya.
-
Pemeliharaan lantai dan tangga
2.
Mengangkat beban
Mengangkat
beban merupakan pekerjaan yang cukup berat, terutama bila mengabaikan kaidah
ergonomi.
Akibat :
cedera pada punggung
Pencegahan
:
- Beban
jangan terlalu berat
- Jangan
berdiri terlalu jauh dari beban
- Jangan
mengangkat beban dengan posisi membungkuk tapi pergunakanlah tungkai bawah
sambil berjongkok
- Pakaian
penggotong jangan terlalu ketat sehingga pergerakan terhambat.
3.
Mengambil sample darah/cairan tubuh lainnya
Hal ini
merupakan pekerjaan sehari-hari di laboratorium
Akibat :
- Tertusuk
jarum suntik
- Tertular virus AIDS, Hepatitis B
Pencegahan
:
- Gunakan
alat suntik sekali pakai
- Jangan
tutup kembali atau menyentuh jarum suntik yang telah dipakai tapi langsung
dibuang ke tempat yang telah disediakan (sebaiknya gunakan destruction clip).
- Bekerja
di bawah pencahayaan yang cukup
4. Risiko
terjadi kebakaran (sumber : bahan kimia, kompor) bahan desinfektan yang mungkin
mudah menyala (flammable) dan beracun.Kebakaran terjadi bila terdapat 3 unsur
bersama-sama yaitu: oksigen, bahan yang mudah terbakar dan panas.
Akibat :
-
Timbulnya kebakaran dengan akibat luka bakar dari ringan sampai berat bahkan
kematian.
- Timbul
keracunan akibat kurang hati-hati.
Pencegahan
:
-
Konstruksi bangunan yang tahan api
- Sistem
penyimpanan yang baik terhadap bahan-bahan yang mudah terbakar
-
Pengawasan terhadap kemungkinan timbulnya kebakaran
- Sistem
tanda kebakaran
· Manual
yang memungkinkan seseorang menyatakan tanda bahaya dengan segera
· Otomatis
yang menemukan kebakaran dan memberikan tanda secara otomatis
|
- Jalan untuk
menyelamatkan diri
-
Perlengkapan dan penanggulangan kebakaran.
-
Penyimpanan dan penanganan zat kimia yang benar dan aman
1.
Pemeriksaan Awal
Adalah
pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelum seseorang calon / pekerja (petugas
kesehatan dan non kesehatan) mulai memelaksanakan pekerjaannya. Pemeriksaan ini
bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang status kesehatan calon pekerja dan mengetahui
apakah calon pekerja tersebut ditinjau dari segi kesehatannya sesuai dengan
pekerjaan yang akan ditugaskan kepadanya.
Pemerikasaan
kesehatan awal ini meliputi:
ü Anamnese umum
ü Anamnese pekerjaan
ü Penyakit yang pernah diderita
ü Alrergi
ü Imunisasi yang pernah didapat
ü Pemeriksaan badan
ü Pemeriksaan laboratorium rutin
Pemeriksaan
tertentu:
ü Tuberkulin
test
ü Psiko
test
http://dokumen.tips/download/link/kesehatan-dan-keselamatan-kerja-di-pt-kimia-farma
Komentar
Posting Komentar