TUGAS SOFTSKILL JURNALMESIN

tugas jurnal  teknik mesin (softskill)


PENGARUH WAKTU TAHAN PROSES PACK CARBURIZING PADA BAJA KARBON RENDAH DENGAN MENGGUNAKAN CALCIUM CARBONAT DAN ARANG TEMPURUNG KELAPA DI TINJAU DARI STRUKTUR MICRO

Hafni Hafni, Nurzal Nurzal

Abstract


Karena sifatnya yang lunak, liat dan mudah dibuat, baja banyak digunakan sebagai bahan dalam pembuatan
suatu produk. Untuk mendapatkan sifat yang keras pada permukaan dan tetap lunak pada intinya maka
dilakukan proses pengerasan permukaan (face hardening), sehingga produk tersebut dapat difungsikan sesuai
dengan tujuan desainnya. Salah satu cara untuk melakukan pengerasan permukaan ini adalah dengan media
carbon padat atau pack carburizing. Untuk melakukan proses carburizing ini diperlukan sebuah tungku
pembakar yang dirancang tahan panas serta mudah dioperasikan. aman dengan bahan bakar batu bara untuk
penguji tungku yang telah dirancang dilakukan pengujian pada baja rabon rendah dengan mengunakan media
karburisasi campuran arang tempurung kelapa dan Calsium Carbonat (CaCo3). Temperatur pemanasan 950
0C dan variasi waktu tahan; 3 jam 4 jam dan 5 jam. Kemudian dilanjukan dengan proses quenching. Dari hasil
metallography diperoleh sampel uji dengan waktu tahan 4 jam dan 5 jam pada sisi luarnya terlihat struktur
mikro martensite dan bagian tengah ferrite – pearlite. Ini menunjukan bahan uji telah terjadi penyerapan
penambahan unsur karbon sehingga waktu dilakukan quenching terbentuk struktur mikro martensite .








PENGARUH PERLAKUAN PANAS BAJA AISI 1029 DENGAN METODA QUENCHING DAN MEDIA PENDINGIN TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN MAKRO STRUKTUR

Nofriady Handra, Sudarisman Sudarisman

Abstract


Perkembangan teknologi terutama dalam pengerasan logam mengalamai kemajuan yang sangat pesat. Proses
perlakuan panas adalah kombinasi dari operasi pemanasan dan pendinginan dengan kecepatan tertentu yang
dilakukan terhadap logam atau paduan dalam keadaan padat, sebagai suatu upaya untuk memperoleh sifat-sifat
tertentu. Proses perlakuan panas pada dasarnya terdiri dari beberapa tahapan, dimulai dengan pemanasan
sampai ke temperatur tertentu, lalu diikuti dengan penahanan selama beberapa saat, baru kemudian dilakukan
pendinginan dengan kecepatan tertentu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui morfologi permukaan patah
yang terjadi pada metoda perlakuan panas dengan media pendinginan air dan oli terhadap makro struktur
logam. Hasil pengujian kekuatan bahan memperlihatkan bahwa nilai kekuatan tertingi terdapat pada spesimen
uji yang diberi perlakuan panas pada temperatur 8200
C dengan nilai kekuatan 972 MPa dan nilai kekuatan
terkecil pada spesimen dengan media pendingin oli 563 MPa. Kekerasan bahan tertinggi terdapat pada
spesimen uji yang diberi perlakuan panas pada temperatur 8200 C dengan media pendingin air yaitu 299 VHN.
Secara makro struktur permukaan patah menunjukkan patah ulet adalah sampel dengan media pendingin oli
dan sebaliknya patah getas pada media air.








ANALISA STRUKTUR MIKRO LAPISAN KROM DAN NIKEL PADA BAHAN DASAR KUNINGAN



Chrome ELEKTROPLATING dalam produk logam adalah cara untuk meningkatkan nilai logam pelaku industial terutama rumah
industri. The elektroplating terbaik dapat ditunjukkan dalam adhesi lapisan dalam logam, stratum bersinar, stratum tebal,
dan substansi stratum. Chrome elektroplating dalam logam dasar dilakukan dengan dua langkah. Pertama, nikel
ELEKTROPLATING dan kedua, krom elektroplating. Nikel elektroplating dilakukan di saat 3,5 Ampere, 9
Ampere, dan 11 ampere di dua puluh menit. Kedua nikel dan krom elektroplating dilakukan dengan metode dip dan
sumber arus dari baterai. Berdasarkan data eksperimental dan diskusi, dapat perpoker substansi,
tebal krom elektroplating adalah 1 m, 1,5 m, 2,3 m untuk saat ini aplikasi 7 Ampere, 9 Ampere, dan 11
Solusi ampere. Adhesi lapisan dan mengkilap logam baik.










PENGARUH GERAK MAKAN DAN KECEPATAN POTONG TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BAJA HQ 705 PADA PROSES PEMBUBUTAN
Ismet Eka Putra, Agus Wendi Syaputra

Produk AbstractQuality diperoleh dari proses pemesinan yang baik. Kekasaran permukaan adalah baik penyimpangan yang disebabkan
oleh kondisi pemotongan dari proses pemesinan. HQ 705 adalah campuran dari mesin baja keras dengan tinggi
kualitas digunakan di gigi, mesin poros, dan komponen mesin lainnya. Begitu melakukan percobaan untuk menganalisis
efek makan dan memotong kecepatan gerak kekasaran permukaan baja HQ 705 di proses balik.
Untuk menentukan kekasaran permukaan pada percobaan menggunakan kekasaran permukaan tester. Percobaan yang dilakukan di
berbagai kecepatan potong yang 40 m / min, 60 m / min, dan 80 m / min. Kecepatan potong diatur pada putaran spindle 740
RPM, 900 RPM dan 1230 RPM. Berputar di makan gerak divariasikan 0,05 mm / r dan 0,22 mm / r. Kedalaman
pemberian pakan yang terbuat dari 1 mm untuk setiap spesimen. Percobaan diperoleh pada kekasaran permukaan gerak makan 0,05
mm / r diperoleh nilai kekasaran 1,43 m dengan kecepatan potong dari 77,28 m / menit, pada gerak makan 0,22 mm / r
diperoleh nilai kekasaran 4,296 m dengan kecepatan potong dari 46,50 m / menit. HQ 705 dengan balik konvensional

diperoleh nilai kekasaran adalah normal, pada gerak makan 0,05 mm / r dan kedalaman potong dari 1 mm.

Komentar

Postingan Populer